Buku yang aku baca ini adalah lanjutan dari Ketika Cinta Bertasbih #1…Dimana kalau menurut aku cerita yang ditampilkan bagus…karena Kang Abik disini menampilkan sisi moral yang sangat baik untuk dapat diteladani. Namun, cerita yang bagus juga harus dipadukan dengan teknik pengeditan yang bagus pula. Karena jika tidak, sedikit atau banyak pasti akan mengganggu pembaca. Aku rasain banget waktu membaca Ketika Cinta Bertasbih 2.Dibandingkan Ketika Cinta Bertasbih 1, kali ini penulis menemukan banyak sekali typhoo atau salah ketik yang terdapat di novel ini. Selain itu, banyak juga penyebutan nama karakter yang salah. Sebagai contoh, pada situasi di mana hanya ada Husna dan Azzam, di salah satu percakapan Azzam malah menyebutkan nama Anna.
Bayangin aja waktu kita tengah menikmati suatu alur cerita yang seru, kemudian nama salah satu karakter di dalamnya salah dengan menyebut nama karakter yang lain. Hal tersebut pastilah sangat mengganggu konsentrasi dan kepuasan para pembaca.Menurut penulis, novel yang bagus bukan hanya dilihat dari segi cerita namun keseluruhan paket novel di mana di dalamnya juga terdapat teknik pengeditan yang baik. Mungkin novel ini hanya bisa dibilang cukup bagus karena paket sebuah novel yang bagus tidak bisa pembaca dapatkan di novel ini.
Menurut salah satu pembaca lain novel ini, hal tersebut mungkin dikarenakan waktu pengerjaan yang hanya 1 bulan. Tapi hal tersebut seharusnya tidak menjadi alasan karena pastinya pembaca tidak akan keberatan menunggu lama untuk sebuah novel dengan paket dan kualitas yang baik.
Ringkasan ceritanya….:
Azzam, seorang sosok pemuda sederhana yang sedang menyelesaikan studinya di Kampus Al Azhar. Tapi karena kewajibannya sebagai anak tertua dalam keluarga setelah bapaknya meninggal, dialah yang menanggung kehidupan keluarganya yang ada di Solo.
Jadilah selain sebagai mahasiswa, dia juga bekerja keras untuk memenuhi kewajibannya sebagai kepala keluarga. Agar dia bisa membantu ibunya dan agar adik-adiknya mendapatkan pendidikan yang layak, Azzam rela meninggalkan kuliahnya untuk sementara dan lebih berfokus untuk mencari rezekinya dengan berjualan tempe dan bakso.
Meski terkadang ada rasa iri melihat teman teman satu angkatannya yang sudah terlebih dahulu lulus, bahkan ada yang hamper menyelesaikan S2-nya tapi Azzam segera sadar kalau dia tidak sama dengan teman-temannya yang lain. Azzam lebih dikenal sebagai tukang tempe di kalangan mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Al Azhar.
Selain itu Azzam juga sering mendapatkan undangan dari duta besar Indonesia yang ada di Mesir untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pada acara-acara kebesaran. Jadi selain terkenal di kalangan mahasiswa sebagai tukang tempe, Azzam juga cukup terkenal di kalangan para duta besar. Dari sinilah Azzam mengenal sosok Eliana.
Azzam dikenal sebagai sosok yang tegas dan dewasa. Dia sangat memegang teguh prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan sehari-harinya. Di kalangan teman-temannya pun Azzam menjadi panutan dan sosok yang bisa diandalkan.Eliana, putri salah satu duta besar Indonesia di Mesir pernah cukup memikat hatinya. Eliana adalah sosok yang sempurna secara fisik. Putri duta besar, cantik dan salah seorang lulusan universitas Jerman. Selain itu dia juga sedang mulai merambah ke dunia sinetron. Bahkan dia sudah membintangi sebuah sinetron yang cukup memikat hati para penonton di Indonesia. Tapi prinsip-prinsip keIslaman yang Azzam pegang teguh membuat Azzam mampu menepis perasaannya.
Di sini juga Azzam untuk pertama kalinya bertemu secara tidak sengaja dengan Anna Althafunnisa, seorang perempuan yang hendak ia lamar tapi kemudian ditolak oleh kerabat dekatnya Anna karena dia merasa Azzam tidak cukup pantas untuk Anna. Azzam akhirnya mampu melanjutkan kuliahnya setelah adiknya menyelesaikan pendidikannya.
Dan setelah dia lulus dari AL Azhar dengan nilai yang cukup memuaskan, akhirnya setelah 9 tahun terpisah dengan keluarganya tanpa pernah pulang, dia pun pulang dan kembali ke tengah-tengah keluarga tercintanya.Lanjutan cerita Ketika Cinta Bertasbih ini masih sangat menarik dari segi cerita. Intinya, musti baca bukunya!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar